Tutorial Instalasi LEMP Stabil Terbaru di Semua Versi Ubuntu

Perhatian!! Harus dibaca sampai selesai jika ingin menginstal

 

Di luar sana (baca:google) banyak sekali tutorial instalasi LEMP (Linux, Nginx, MariaDB, PHP-FPM) Stack untuk ubuntu sebagai webserver, dari versi 8 sampai versi 16. Tapi yang jadi masalah adalah ribet, padahal harusnya gampang banget, dan cuma butuh waktu 30 sampai 60 menit dalam proses instalasinya (tergantung dari koneksi internet). Masalah lainnya adalah versi LEMP yang disediakan tutorial-tutorial itu versi lawas. Memang sih versi lawas itu kadang lebih stabil, tetapi di versi baru pasti ada kelebihannya dari segi performa misalnya, seperti PHP 7.2 yang terbaru ketika saya menulis artikel ini lebih cepat performanya dibanding dengan HHVM (hasil riset kinsta).

Yaudah gausah banyak cingcong langsung saja ya kita masuk ke tutorialnya.

1. Alat yang diperlukan

Alat yang diperlukan adalah nano, wget. Semua tools telah ada di ubuntu jadi langsung eksekusi saja.

 

2. Tahap Pemeriksaan

Perlu ada tahap persiapan, cek hostname & hostname FQDN dulu melalui nano agar bisa langsung mengedit apabila FQDN belum diatur. Hal ini perlu dilakukan untuk webserver agar mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

 nano /etc/host

jika format hasilnya seperti dibawah, berarti sudah benar. (Formatnya saja)

127.0.0.1       localhost
127.0.1.1       ubuntu

# The following lines are desirable for IPv6 capable hosts
::1     localhost ip6-localhost ip6-loopback
ff02::1 ip6-allnodes
ff02::2 ip6-allrouters

123.456.7.89 abcd.domainmu.tld abcd

# ganti 123.456.7.89 dengan IP-mu
# ganti subdomain abcd sesuai nama yang kamu suka
# ganti domainmu.tld dengan domain yang telah kamu beli/punya

Nah, kalian bisa copas hasilnya lalu ganti hal-hal yang perlu diganti seperti di keterangan “# ganti blablabla”.

Kemudian lari ke /etc/hostname. isinya harus sesuai dengan subdomain yang telah kalian pilih, disini saya mencontohkan abcd.domainmu.tld, maka jika /etc/hostname berisi abcd saja tidak perlu diubah-ubah lagi, jika hasilnya berbeda, maka ganti dengan subdomainmu.

nano /etc/hostname

hasilnya

abcd

berarti sudah benar, simpan dengan ctrl + x.

lalu reboot

reboot

3. Instalasi Nginx Stabil Terbaru

Untuk menginstal Nginx versi terbaru maka harus menambahkan repositori nginx dulu seperti yang tercantum di website nginx.

Disini saya akan memberikan cara cepatnya, mau pakai manual juga boleh

echo "deb http://nginx.org/packages/ubuntu/ `lsb_release -cs` nginx" >> /etc/apt/sources.list
echo "deb-src http://nginx.org/packages/ubuntu/ `lsb_release -cs` nginx"  >> /etc/apt/sources.list

Inti dari command diatas adalah menambahkan repositori nginx ke /etc/apt/sources.list untuk berbagai versi ubuntu. `lsb_release -cs` berfungsi meng-generate otomatis codename ubuntu yang diperlukan.

Lalu setelah itu beri otorisasi, dan install

curl http://nginx.org/keys/nginx_signing.key | sudo apt-key add -
sudo apt-get update
sudo apt-get install nginx

 

4. Instalasi MariaDB terbaru

Seperti nginx, kita perlu menambahkan repositori mariadb dulu, lewat official website mariadb juga bisa, tinggal pilih versi ubuntu, dan pilih lokasi server.

Pertama install software properties dulu dan key otorisasinya (tidak semua sama, saya sarankan lewat web official maria db saja)

sudo apt-get install python-software-properties
sudo apt-key adv --recv-keys --keyserver hkp://keyserver.ubuntu.com:80 0xF1656F24C74CD1D8

lalu tambahkan repositorinya

echo "# MariaDB" >> /etc/apt/sources.list
echo "deb [arch=amd64,i386] http://ftp.hosteurope.de/mirror/mariadb.org/repo/10.2/ubuntu `lsb_release -cs` main" >> /etc/apt/sources.list
echo "deb-src http://ftp.hosteurope.de/mirror/mariadb.org/repo/10.2/ubuntu `lsb_release -cs` main" >> /etc/apt/sources.list

lalu install

apt-get update
apt-get install mariadb-server

 

5. Install PHP terbaru

Prosesnya sama seperti sebelumnya, tambahkan repositori dari luar dulu.

sudo apt-get install python-software-properties
sudo add-apt-repository ppa:ondrej/php

lalu install

sudo apt-get update
sudo apt-get install -y php7.2 php7.2-fpm

Kalau butuh modul lainnya bisa pakai command

sudo apt-get install php7.2-*

ganti * dengan nama modul

 

6. Konfigurasi PHP-FPM

Edit konfigurasi php nya agar file php bisa dibuka dengan benar

nano /etc/php/7.2/fpm/php.ini

lalu cari ;cgi.fix_pathinfo=1 hilangkan titik koma (;) dan ganti menjadi cgi.fix_pathinfo=0

Lalu simpan.

 

Nah selanjutnya, karena defaultnya php-fpm ini settingannya untuk apache, jadi kita harus ubah dulu www.conf-nya

nano /etc/php/7.2/fpm/pool.d/www.conf

lalu cari user group dan socket-nya

user = www-data
group = www-data

...
...
...

...
listen.owner = www-data
listen.group = www-data
;listen.mode = 0666

ganti www-data menjadi nginx, karena disini kita menggunakan nginx

user = nginx
group = nginx

...
...
...
...

listen.owner = nginx
listen.group = nginx
;listen.mode = 0666

lalu restart php-fpm

systemctl restart php7.2-fpm

7. Konfigurasi virtual host nginx

buka default.conf, biasanya sudah ada isinya

sudo nano /etc/nginx/conf.d/default.conf

lalu hapus semua, dan gantikan dengan konfigurasi di bawah

server {
        listen   80;

        root /usr/share/nginx/html; #ubah html menjadi nama folder websitemu
        index index.php index.html index.htm;
        server_name  123.4.56.7; #ganti 123.4.56.7 dengan alamat ip servermu atau domainmu

        location / {
                try_files $uri $uri/ /index.html;
        }

        error_page 404 /404.html;
        error_page 500 502 503 504 /50x.html;
        location = /50x.html {
              root /usr/share/nginx/html;
        }

        location ~ .php$ {
                try_files $uri =404;
                fastcgi_pass unix:/run/php/php7.2-fpm.sock;
                fastcgi_index index.php;
                fastcgi_param SCRIPT_FILENAME $document_root$fastcgi_script_name;
                include fastcgi_params;
        }
}

lalu restart

systemctl restart nginx

7. Tes file php

Tahap terakhir, tes apakah file php bisa terbaca atau tidak.

nano /usr/share/nginx/html/info.php

lalu isi dengan

<?php phpinfo(); ?>

kalau yang keluar php info seperti di bawah berarti berhasil

Selamat!! Kamu berhasil install LEMP di ubuntu-mu.

Tapi ada tambahannya, kalau kamu mau menambahkan domain, maka ada tahapan tambahan

 

8. Menambahkan website/domain

Untuk menambahkan domain di server kita, maka kita perlu buat direktori websitenya dulu, biar gampang buat di direktori /usr/share/nginx/

 

mkdir /usr/share/nginx/domainmu.tld

ganti nama domainmu.tld dengan domainmu terus isi file apa aja deh terserah kamu, misalnya mau buat blog pakai wordpress, yaudah upload wordpress di sana.

Terus belom selesai, perlu nambahin file konfigurasi untuk website itu

nano /etc/nginx/conf.d/domainmu.conf

terus isi aja seperti file default.conf tinggal ubah bagian server_name 123.4.5.6 dan root /usr/share/nginx/html ganti html dengan nama folder websitemu. Selesai.

Selamat!! Sudah selesai. Secara umum tutorialnya seperti ini, tapi terkadang ada yang sedikit berbeda tergantung dari vpsnya. Cara ini yang saya gunakan untuk server website ini.

Akhir kata, semoga bermanfaat.. Kalau ada yang salah tolong beritahu saya salahnya dimana via komentar. Terima kasih.

 

 

Review Upcloud. VPS alternatif DO, Vultr, linode. Free $25+$10 deposit

Beberapa hari lalu, saya iseng browsing di grup facebook wordpress indonesia. Scroll ke bawah terus ada postingan promo trial vps untuk 3 hari + bonus $25 tanpa harus isi deposit dari UpCloud, provider vps asal negeri nokia. Buat ngedapetin trial 3 hari + bonus deposit $25 itu harus pake kode promo . Masukin kode 85UWG4 di halaman pendaftaran, atau kalo mau cepet bisa langsung ke sini

Use coupon code 85UWG4  to get $25 Deposit for free or click here

Nah buat ngejadiin akun kita jadi akun normal lagi, kita paling engga harus isi deposit min $10 supaya server yang kita buat bisa lanjut terus. Tapi, kalo kita isi €10.00 atau sekitar $12 kita bakal dapet bonus deposit $10. Lumayan lah yaa.. $25+$12+$10= $47 bisa buat 9 bulanan kalo bikin 1 server seharga $5/bulan, padahal kita cuman deposit sekitar $12 (Rp 170rb). Lumayan laah yaa, soalnya buat mahasiswa kaya saya ini lumayan agak “ngedongkrak” pengeluaran sih sih kalo ga pake promo gitu.

Saya pake yang paket $5/bulan dengan spesifikasi

  • SG-MaxIOPS-KVM
  • 1 CPU Core
  • 1 GB Ram
  • 25 GB MaxIOPS (Diclaim lebih cepat dari SSD Storage)
  • 1 TB Bandwidth
  • 1 x IPv4 address
  • 1 x /64 IPv6
  • 100% uptime SLA (Whaattt??)

Sumber

Nah langsung aja deh ke benchmark.

Itu spesifikasinya

lscpu
Architecture: x86_64
CPU op-mode(s): 32-bit, 64-bit
Byte Order: Little Endian
CPU(s): 1
On-line CPU(s) list: 0
Thread(s) per core: 1
Core(s) per socket: 1
Socket(s): 1
NUMA node(s): 1
Vendor ID: GenuineIntel
CPU family: 6
Model: 79
Model name: Intel(R) Xeon(R) CPU E5-2687W v4 @ 3.00GHz
Stepping: 1
CPU MHz: 2999.994
BogoMIPS: 5999.98
Hypervisor vendor: KVM
Virtualization type: full
L1d cache: 32K
L1i cache: 32K
L2 cache: 4096K
L3 cache: 16384K
NUMA node0 CPU(s): 0
Flags: fpu vme de pse tsc msr pae mce cx8 apic sep mtrr pge mca cmov pat pse36 clflush mmx fxsr sse sse2 ss syscall nx pdpe1gb rdtscp lm constant_tsc arch_perfmon rep_good nopl xtopology eagerfpu pni pclmulqdq ssse3 fma cx16 pcid sse4_1 sse4_2 x2apic movbe popcnt tsc_deadline_timer aes xsave avx f16c rdrand hypervisor lahf_lm abm 3dnowprefetch invpcid_single fsgsbase tsc_adjust bmi1 hle avx2 smep bmi2 erms invpcid rtm rdseed adx smap xsaveopt arat

Free memorynya

free -m
              total        used        free      shared  buff/cache   available
Mem:            992         126         375           6         490         695
Swap:             0           0           0

Engga 1024 mb 🙁

Test bench.sh

----------------------------------------------------------------------
CPU model            : Intel(R) Xeon(R) CPU E5-2687W v4 @ 3.00GHz
Number of cores      : 1
CPU frequency        : 2999.994 MHz
Total size of Disk   : 25.0 GB (1.2 GB Used)
Total amount of Mem  : 992 MB (127 MB Used)
Total amount of Swap : 0 MB (0 MB Used)
System uptime        : 0 days, 0 hour 18 min
Load average         : 0.00, 0.02, 0.06
OS                   : CentOS 7.4.1708
Arch                 : x86_64 (64 Bit)
Kernel               : 3.10.0-693.11.6.el7.x86_64
----------------------------------------------------------------------
I/O speed(1st run)   : 419 MB/s
I/O speed(2nd run)   : 422 MB/s
I/O speed(3rd run)   : 423 MB/s
Average I/O speed    : 421.3 MB/s
----------------------------------------------------------------------
Node Name                       IPv4 address            Download Speed
CacheFly                        167.88.158.176          57.0MB/s
Linode, Tokyo, JP               106.187.96.148          7.44MB/s
Linode, Singapore, SG           139.162.23.4            40.3MB/s
Linode, London, UK              176.58.107.39           5.43MB/s
Linode, Frankfurt, DE           139.162.130.8           7.64MB/s
Linode, Fremont, CA             50.116.14.9             7.73MB/s
Softlayer, Dallas, TX           173.192.68.18           5.07MB/s
Softlayer, Seattle, WA          67.228.112.250          5.14MB/s
Softlayer, Frankfurt, DE        159.122.69.4            6.52MB/s
Softlayer, Singapore, SG        119.81.28.170           56.5MB/s
Softlayer, HongKong, CN         119.81.130.170          41.4MB/s
----------------------------------------------------------------------
Node Name                       IPv6 address            Download Speed
Linode, Atlanta, GA             2600:3c02::4b           5.86MB/s
Linode, Dallas, TX              2600:3c00::4b           6.37MB/s
Linode, Newark, NJ              2600:3c03::4b           5.61MB/s
Linode, Singapore, SG           2400:8901::4b           19.0MB/s
Linode, Tokyo, JP               2400:8900::4b           7.31MB/s
Softlayer, San Jose, CA         2607:f0d0:2601:2a::4    5.08MB/s
Softlayer, Washington, WA       2607:f0d0:3001:78::2    5.44MB/s
Softlayer, Paris, FR            2a03:8180:1301:8::4     6.50MB/s
Softlayer, Singapore, SG        2401:c900:1101:8::2     55.7MB/s
Softlayer, Tokyo, JP            2401:c900:1001:16::4    16.4MB/s
----------------------------------------------------------------------
   #    #  #    #  #  #    #          #####   ######  #    #   ####   #    #
   #    #  ##   #  #   #  #           #    #  #       ##   #  #    #  #    #
   #    #  # #  #  #    ##            #####   #####   # #  #  #       ######
   #    #  #  # #  #    ##            #    #  #       #  # #  #       #    #
   #    #  #   ##  #   #  #           #    #  #       #   ##  #    #  #    #
    ####   #    #  #  #    #          #####   ######  #    #   ####   #    #

   Version 5.1.3                      Based on the Byte Magazine Unix Benchmark

   Multi-CPU version                  Version 5 revisions by Ian Smith,
                                      Sunnyvale, CA, USA
   January 13, 2011                   johantheghost at yahoo period com


1 x Dhrystone 2 using register variables  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 x Double-Precision Whetstone  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 x Execl Throughput  1 2 3

1 x File Copy 1024 bufsize 2000 maxblocks  1 2 3

1 x File Copy 256 bufsize 500 maxblocks  1 2 3

1 x File Copy 4096 bufsize 8000 maxblocks  1 2 3

1 x Pipe Throughput  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 x Pipe-based Context Switching  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 x Process Creation  1 2 3

1 x System Call Overhead  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 x Shell Scripts (1 concurrent)  1 2 3

1 x Shell Scripts (8 concurrent)  1 2 3

========================================================================
   BYTE UNIX Benchmarks (Version 5.1.3)

   System: testing.hamdan.web.id: GNU/Linux
   OS: GNU/Linux -- 3.10.0-693.11.6.el7.x86_64 -- #1 SMP Thu Jan 4 01:06:37 UTC 2018
   Machine: x86_64 (x86_64)
   Language: en_US.utf8 (charmap="UTF-8", collate="UTF-8")
   CPU 0: Intel(R) Xeon(R) CPU E5-2687W v4 @ 3.00GHz (6000.0 bogomips)
          x86-64, MMX, Physical Address Ext, SYSENTER/SYSEXIT, SYSCALL/SYSRET
   01:40:56 up 40 min,  1 user,  load average: 0.41, 0.11, 0.08; runlevel 3

------------------------------------------------------------------------
Benchmark Run: Sat Mar 24 2018 01:40:56 - 02:10:06
1 CPU in system; running 1 parallel copy of tests

Dhrystone 2 using register variables       36894631.2 lps   (10.0 s, 7 samples)
Double-Precision Whetstone                     3279.5 MWIPS (16.8 s, 7 samples)
Execl Throughput                               4280.4 lps   (29.8 s, 2 samples)
File Copy 1024 bufsize 2000 maxblocks        674272.0 KBps  (30.0 s, 2 samples)
File Copy 256 bufsize 500 maxblocks          198369.3 KBps  (30.0 s, 2 samples)
File Copy 4096 bufsize 8000 maxblocks       1676221.3 KBps  (30.0 s, 2 samples)
Pipe Throughput                             1139208.1 lps   (10.0 s, 7 samples)
Pipe-based Context Switching                 213245.5 lps   (10.0 s, 7 samples)
Process Creation                              14040.4 lps   (30.0 s, 2 samples)
Shell Scripts (1 concurrent)                   5743.3 lpm   (60.0 s, 2 samples)
Shell Scripts (8 concurrent)                    744.5 lpm   (60.0 s, 2 samples)
System Call Overhead                         947423.9 lps   (10.0 s, 7 samples)

System Benchmarks Index Values               BASELINE       RESULT    INDEX
Dhrystone 2 using register variables         116700.0   36894631.2   3161.5
Double-Precision Whetstone                       55.0       3279.5    596.3
Execl Throughput                                 43.0       4280.4    995.4
File Copy 1024 bufsize 2000 maxblocks          3960.0     674272.0   1702.7
File Copy 256 bufsize 500 maxblocks            1655.0     198369.3   1198.6
File Copy 4096 bufsize 8000 maxblocks          5800.0    1676221.3   2890.0
Pipe Throughput                               12440.0    1139208.1    915.8
Pipe-based Context Switching                   4000.0     213245.5    533.1
Process Creation                                126.0      14040.4   1114.3
Shell Scripts (1 concurrent)                     42.4       5743.3   1354.6
Shell Scripts (8 concurrent)                      6.0        744.5   1240.8
System Call Overhead                          15000.0     947423.9    631.6
                                                                   ========
System Benchmarks Index Score                                        1167.2

diliat dari System Benchmarks Index Score 1167.2 skornya rata-rata lah yaaaa… Terus juga kalo diliat hasil geekbench http://browser.geekbench.com/geekbench3/8581426 single corenya 2919 Terus multi corenya 2907 saya rasa cukup banget buat saya nge-host beberapa website di server ini.

Kesimpulan

Cukup utk ukuran $5/bulan. Dapet bonus lumayan, bayar 2 bulan dapet bonus 7 bulan. Uptimenya jaminan 100% dengan garansi (karena yang punya asalnya dari finlandia saya percaya). Supportnya kurang 5 menit nanya langsung dijawab. Untuk pembayarannya dihitung per jam bukan per bulan, disini yang saya suka, jadi kalo mau buat banyak server ga harus kepotong $5 langsung. Dan serunya, saldo depositnya itu ga bakal hangus, termasuk saldo yang dapet dari bonus pendaftaran dan bonus ketika isi saldo pertama kali

Sayangnya untuk pembayaran masih belum bisa pakai Paypal. Jadi, pembayarannya harus pakai kartu kredit/debit. Kalo ga punya mungkin alternatifnya bisa pakai VCN BNI, VCN CIMB, atau VCN bank lainnya dah..

Oiya, saya sendiri daftar pake debit Jenius dari BTPN karena ga repot ngurusnya. Untuk konfirmasinya kurang dari 5 menit, setelah daftar. Dapet kabar dari mas sales directornya upcloud via mas Yos Beda katanya upcloud ini bakalan support pembayaran via paypal

Menurut saya yang masih noob ini, upcloud ini cocok buat yang (mau) punya beberapa blog sekaligus toko online tapi masih dihosting di shared hosting. Untuk biayanya pun bisa ditekan apabila pakai kode yang di atas ketika pendaftaran. Lumayan 3/4 tahun cuma 175rb bisa untuk beberapa blog dengan kecepatan akses yang cepat. Saya sendiri rencana ada dua website yang mau dipindahin ke upcloud ini, cuman karena nanggung masih ada kontrak sekitar 2 bulan dan 5 bulan hehe..
Sekian bray, kalo ada pertanyaan dan masukan, komentar aja di bawah, dengan senang hati saya akan menjawab.

Halo dunia!

Selamat datang di hamdan.web.id. Web ini mungkin akan menjadi tempat pindahan blog lama ku yang… Ah kurang greget rasanya, kurang friendly untuk posting di smartphone, meskipun sebenarnya banyak draft-draft tulisanku yang belum diposting di sana.

Recover Lenovo One Key Rescue after Resizing Partitions by amigotechnotes

If you have use EaseUs Partition Master to resize your Windows 8 partitions, you might have problem to create Windows recover drive, fail to backup or recover to factory with pre-installed recovery tool.
I just bought a Lenovo C440. It comes with Windows 8 and OneKey Recovery. My experience is based on the combination.
Because the default partition size is too small for my C drive, I use EaseUs Partition Master to re-size. Then I cannot launch to OneKey Recovery for backup or recovery. I also fail to create a USB recovery drive using [Recovery] in [Control Panel].
It took me several days to figure out what’s going wrong. In short, it’s all related to the partition type which EaseUs Partition Master cannot handle properly. I will show you how to solve these problems.

The Factory Partition List

Launch cmd.exe and run as administrator. In command prompt, type diskpart and run this program.
In interactive mode, use LIST DISK to view all disk numbers in your computer. Then select you disk by SELECT DISK=0 if this is your only drive.
Use LIST PARTITION to view partition information. Below is what it should be by factory default:
  Partition ###  Type              Size     Offset 
  -------------  ----------------  -------  ------- 
  Partition 1    Recovery          1000 MB  1024 KB 
  Partition 2    System             260 MB  1001 MB 
  Partition 3    OEM                500 MB  1261 MB 
  Partition 4    Reserved           128 MB  1761 MB 
  Partition 5    Primary            390 GB  1889 MB 
  Partition 6    Recovery           390 MB   392 GB 
  Partition 7    Primary             48 GB   392 GB 
  Partition 8    Recovery            24 GB   441 GB
More detail command document may be found in DiskPart Command-Line Options.

EaseUS Partition Master change Partition Type without Messages

After resizing by EaseUs Partition Master, you will lost all diag flag in partition which may be identified as diag in GParted. You need to manually change these value.
Here is a partition list of my disk after resize partition. Those marked by red color should be repaired.
  Partition ###  Type              Size     Offset 
  -------------  ----------------  -------  ------- 
  Partition 1    OEM               1000 MB  1024 KB 
  Partition 2    System             260 MB  1001 MB 
  Partition 3    Primary            500 MB  1261 MB 
  Partition 4    Reserved           128 MB  1761 MB 
  Partition 5    Primary            390 GB  1889 MB 
  Partition 6    Primary            390 MB   392 GB 
  Partition 7    Primary             48 GB   392 GB 
  Partition 8    OEM                 24 GB   441 GB
To help you compare my partition to yours, I also LIST VOLUME for your reference:
Volume ###  Ltr  Label        Fs     Type        Size     Status     Info
----------  ---  -----------  -----  ----------  -------  ---------  --------
Volume 0     E                       DVD-ROM         0 B  No Media
Volume 1     C   Windows8_OS  NTFS   Partition    390 GB  Healthy    Boot
Volume 2     D   Backup       NTFS   Partition     48 GB  Healthy
Volume 3         SYSTEM_DRV   FAT32  Partition    260 MB  Healthy    System
Volume 4                      NTFS   Partition    390 MB  Healthy    Hidden
Volume 5         PBR_DRV      NTFS   Partition     24 GB  Healthy    Hidden

Recover Partition ID

I use DETAIL PARTITION (select a partition before use this command) and compare partition ID. Here is a reference list of partition type and ID. You need to manually SELECT PARTITION then SET ID for the damaged partition type.
  • Recovery is DE94BBA4-06D1-4D40-A16A-BFD50179D6AC
  • System is C12A7328-F81F-11D2-BA4B-00A0C93EC93B
  • OEM is BFBFAFE7-A34F-448A-9A5B-6213EB736C22
  • Reserved is E3C9E316-0B5C-4DB8-817D-F92DF00215AE
  • Recovery is DE94BBA4-06D1-4D40-A16A-BFD50179D6AC
  • Primary is EBD0A0A2-B9E5-4433-87C0-68B6B72699C7
You cannot update the partition with type Reserved.
In my case, I need to change partition 1, 3, 6, and 8 respectively to type Recovery, OEM, Recovery, and Recovery. You may save below DiskPart commands as a text file and use /s to execute as whole.
For example, I save following commands as c440.txt and use diskpart /s c440.txt to batch execute.
SELECT DISK=0
SELECT PARTITION=1
SET ID=DE94BBA4-06D1-4D40-A16A-BFD50179D6AC
SELECT PARTITION=3
SET ID=BFBFAFE7-A34F-448A-9A5B-6213EB736C22
SELECT PARTITION=6
SET ID=DE94BBA4-06D1-4D40-A16A-BFD50179D6AC
SELECT PARTITION=8
SET ID=DE94BBA4-06D1-4D40-A16A-BFD50179D6AC
EXIT

Enable Windows Recovery Environment

Now, last step is to enable your Windows Recovery Environment, or WinRE for short, partition again by:
reagentc /disable
reagentc /enable
You may tell if your WinRE partition is back by reading the output message. In Windows RE status and Windows RE location, it will show you whether or not it found the partition and enable.
If you don’t have a WinRE Partition, you may check the Move Windows RE to Separate Partition section to create your own. I have successfully create a WinRE custom image but fail to use it with [Recovery] in [Control Panel].
After reboot, you shall be able to create a recovery drive and OneKey Recovery successfully.
If you still have problems to restore to factory default, please reference Reset your Lenovo Computer with Windows 8 for more help
Source https://amigotechnotes.wordpress.com/2013/12/07/recover-lenovo-one-key-rescue-after-resizing-partitions

Ketika nyontek sudah menjadi budaya.

Pendapat saya ini saya tulis pada tanggal 19 Juni 2016.


Tulisan ini tidak disarankan untuk dibaca oleh Anda yang memiliki paham “Suka-suka dia, suka-suka gue”. Tetapi sangat disarankan untuk anda yang ingin berubah.

Saya tidak menghakimi siapapun, dan saya hanya ingin menyampaikan pendapat saya saja mengenai “budaya” ini  dan semoga tersadar.

Pasca UAS yang enak mungkin ngobrolin hal-hal yang berkaitan sama UAS kali ya. Hal yang selalu terjadi ketika ujian/ulangan, terus berulang, turun-temurun seolah menjadi budaya yang mendarah daging di setiap sekolah. Nyontek udah bukan rahasia lagi, di seluruh sekolah pasti ada aja yang melakukan kegiatan sontek-menyontek ini. Bohong, jika satu sekolah tidak mengetahui kegiatan “Intel” ini pasti tau ataupun kalo tidak tau ya pura-pura aja ga tau.

Kalau menyontek hanya sebagai inspirasi menurut saya itu bukan masalah karena itu menjadikan sumber sebagai trigger untuk melakukan sesuatu. Di dunia pendidikan, yang namanya nyontek ini sebenernya(seharusnya?) menjadi musuh besar bersama yang seharusnya dilawan? sepakat? Walaupun menyontek dapat meningkatkan skill mata-mata juga yaitu Situational Awareness biar kaya Jason Bourne, ningkatin Kewaspadaan, Kejelian, Ketelitin, Sandi Negara yang biasanya agak beda di masing-masing negara, skill , ditambah sama skill kelincahan, dan skill lainnya.

Saya tekankan sekali lagi jika Saya menulis ini bukan untuk menghakimi siapapun.

Disini saya coba mengambil sumber berdasarkan survei yang dilakukan oleh zenius di twitter pada bulan april 2016 dan dari apa yang saya amati selama ini disetiap ujian/ulangan.

Walaupun jumlah voter-nya dikit, tapi dari 442 responden ini… setidaknya kita tahu bahwa ada 77% atau setidaknya 340 responden yang menyatakan bahwa terdapat kecurangan di sekolahnya. Ini baru dalam skala kecil iseng-isengan saja. Entah bagaimana jika sampelnya diperbanyak atau bahkan diperluas secara nasional.

Nah kan, ini survey untuk UN aja dan dapetnya 442 responden yang jumlahnya kurang lebih satu angkatan di suatu SMA, belom lagi UAS, UTS, Ulangan haria. Kalo dihitung total se-Indonesia dan diisi sebenar-benarnya pasti akan meledak jumlahnya.

Nah, karena gua makin penasaran lagi. Kemarin (14 April 2016) gua bikin survei yang sedikit mengupas tindak kecurangan pada UN SMA/SMK 2016 dengan lebih mendalam. Berikut adalah distribusi bentuk kecurangan berdasarkan responden dari sosial media @zeniuseducation:

Oke, berdasarkan polling & survei iseng-isengan zenius, boleh dibilang >75% responden menyatakan melihat kecurangan UN di lingkungannya.

Karena yang kita bahas adalah bukan hanya tentang nyontek di UN, maka kalo ada bocoran jawaban itu agak engga mungkin kali ya.. Tapi untuk siswa saling nyontek, atau lainnya kaya pake HP kalo sekarang,itu mungkin banget.

Beberapa cara yang dipakai “kadal” untuk mengadali soal:

  1. Pakai skill intelejen.
    Ini cara dari tahun kapan tau udah dipake, yaa trik-triknya juga macem-macem ada yang pake surat cinta, bisik-bisik tetangga, atau cara intel pake kode-kode.

    Tapi kalo ketauan ada 3 kemungkinan. Pertama, yang nyontek sama yang dicontekin kena (simbiosis mutualisme), Kedua yang nyontek doang yang kena (simbiosis komensalisme), Ketiga yang dicontekin doang yang kena (ini yang paling rugi kalo menurut saya bagaikan simbiosis parasitisme).

  2. Ngadalin pengawas.
    Pengawas juga manusia boy, butuh istirahat butuh refreshing. Rela bengong selama 90 menit itu lumayan lama(sama kaya nungguin doi). Kalo dulu pas saya SD, pengawas itu dikasih makanan di meja pengawas biar ga bosen tapi yang ada abis sama anak-anak sampe ada guru yang marah (ya namanya juga anak SD siapa yang ga seneng “disediain” permen secara gratis). Berdasarkan dari yang saya perhatikan, ada 2 jenis pengawas yaitu  Invigilator who cares with examinees, and Ignorant Invigilator.

    The Cares Invigilator ini biasanya paling “dicintai” oleh pelaku menyontek, karena membuat suasana menyontek menjadi lebih menantang, dan memacu adrenalin. Pengawas yang peduli disini maksudnya pengawas yang matanya selalu terbuka karena begitu perhatian dan peduli dengan peserta ujian, matanya seperti CCTV yang selalu melihat siswa, kakinya yang selalu berolahraga mengelilingi ruas-ruas jalan diantara siswa. Kalau pengawas ini main hp, baca buku pun, masih tetep peduli dengan kami para peserta ujian, Situational Awareness-nya sepertinya udah expert. Luarr biasaaaah.. I love you sir, mom, miss

    Yang kedua ini cuek bebek. Pengawas yang cuek ini yang paling enak kalo pas lagi ulangan terus nyontek entah main hp, baca buku,patroli pokoknya tetep asik karena cuek mau ada yang nyontek mau engga. Punya sifat yang baik banget, ingin semua siswa yang ujian dapet nilai bagus, ujian lulus semua. Jadi yang nyontek bisa dapat nilai yang WEEH meskipun yang engga nyontek nilainya biasa aja. Yang model gini paling dibenci sama siswa yang udah tobat nyontek, ga mau nyontek, atau males nyontek. Kalo udah ketemu pengawas model gini, ada yang gedeg ada yang bahagia seperti abis ditimpuk warisan. 

  3. Lainnya (Pake HP)
    Nah ini paling kekinian, pake hp.. Ampuh sih, perlu keahlian dalam searching, internet harus cepet, ngetik juga harus cepet. Harus punya skill penyeludupan, harus bisa juga ngadalin orang.

Semua itu kalo digabungin, bisa jadi suatu hal yang luar biasa. Bisa jadi nilai yang mendarah daging. ga perlu mikir baik atau buruk pokoknya gimana biar nilainya(skor) bagus.

Hmm..  Saya jadi teringat kata bang napi dulu pas SD sering nasihatin orang-orang.

Bagi kami yang memiliki paham pokoknya harus hasil usaha sendiri, nyontek adalah kejahatan, bagi kami nyontek adalah suatu tidakan yang melanggar hak kami, bagi kami nyontek adalah jalan menuju kegagalan, bagi kami nyontek adalah tindak kriminal yang luar biasa.
Kejadian kejahatan genosida sama nyontek ini ga jauh beda, membunuh harapan dan membunuh jiwa-jiwa jujur secara masal yang ada di dalam diri. Ketika ada yang nyontek pengawas cuek bebek asik main hp karena main game, akhirnya jiwa-jiwa jujur ini dikalahkan oleh lawannya itu. 
Kita memang ga bisa juga nyalahin anak yang nyontek, tapi perlu diluruskan sejak sd, tk, paud. Selama masih ada mindset “Score is Everything.” yang namanya nyontek bakalan terus ada, ga hilang-hilang. Selama masih ada pengawas yang cuek bebek, kegiatan sontek-menyontek akan terus berjalan, pabrik koruptor bakal terus berproduksi membuat produk koruptor yang berteknologi canggih dan mempunyai skill menakjubkan.
Ada slogan “Keberhasilan dalam ujian tergantung pada pengawasnya”. Apakah itu salah? Engga! karena memang kenyataannya itu. 
Jadi, ketika hari ini ada siswa ketahuan nyontek ketangkep terus nilainya nol coba cek hari kemarinnya, pengawasnya siapa? tanyain anaknya, kemaren nyontek engga? kenapa kemaren engga ketangkep? nah jadi yang kena hukuman bukan cuma yang nyontek atau yang disontek aja, tapi yang memberikan peluang kegiatan sontek-menyontek juga harusnya dicek. Gimana Indonesia mau maju kalo jujur aja engga bisa.
Solusinya biar nyontek dan koruptor masa depan terus berkurang
  1. Peduli dengan apa yang dicuekin yaitu peserta ujian, karena sanksi tegas ga mempan bagi mereka yang melakukan praktek ini.
  2. Sadar buat kalian yang masih nyontek, stop nyontek sekarang juga kalau kalian ingin koruptor di bumi pertiwi ini musnah hilang dari peradaban masa depan.
  3. Hilangkan mindset buruk “Nilai (skor) adalah Segalanya”. Nilai bagus memang buat kita senang, buat kita bangga, tapi kalu tau Jujur itu lebih tinggi nilai moralnya daripada skor. Kualitas dengan Kuantitas memang beda, Jujur itu kualitas, Skor itu kuantitas. Lebih baik pentingkan kuantitas yang setara dengan kualitas, itu namanya keren.
Terakhir. Kita memang ingin semua memiliki skor yang bagus, tapi jangan sampai mengorbankan sifat yang sudah terlahir bersama kita hanya untuk satu tujuan.

Sayangi koruptor ketika anda sendiri masih suka nyontek, Hormati koruptor jika anda masih memuja nilai diatas jujur, Lestarikan koruptor di bumi pertiwi ini jika anda masih terus turut melestarikan budaya menyontek ini di bumi pertiwi ini. Tapi jika anda ingin koruptor itu direndahkan, koruptor itu dihinakan, dimiskinkan, dihukum mati, dimusnahkan, dilenyapkan dari muka bumi, stop prilaku curang, bohong, nyontek dari sekarang.


Referensi
Otak pribadi