In Search of Elightment
SFTH

Zingiber officinale

Dipagi itu perut yang lapar mulai berkeroncong ria.

Menunggu makanan yang tak kunjung datang.

Menunggu shift yang akan usai.

Perlahan-lahan mencuri pandangan, kepada orang yang sedang makan.

Selang lima menit kemudian makananpun datang.

Bersama-sama kami makan.

Ada tiga orang ditambah satu datang.

Menikmati olahan tim juru masak.

 

Tak lama berselang seseorang datang.

Membawa segelas minuman hangat meskipun hanya seperempat.

“Ini ada minuman nih”

Setelah makan usai, Ku teguk 1x dan merasakan hangatnya minuman itu.

Kutawarkan hangatnya minuman itu ke teman-temanku, dan mereka menolaknya.

Ku letakan gelas hangat itu disampingku agar bisa kuhabiskan nanti.

Ku cuci nampan setelah kami makan, ku letakan secara bertumpukan.

Ku kembali untuk menghabiskan hangatnya minuman itu.

 

Kenapa hilang? Kenapa hilang? Padahal kuletakan hanya sebentar.

Isengnya minumanmu itu bermanfaat bagiku.

Meresapi hangatnya cairan itu di dada.

Meski cuma sedikit tegukan, tapi sangat berkesan.

Sejujurnya itu adalah salah satu minuman kesukaanku tapi sudah lama tak berjumpa.

Terima Kasih, Terima Kasih minumannya, Terima Kasih memorinya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.